Konsultan Lingkungan, Konsultan IPAL, Konsultan IPAL Rumah Sakit, Konsultan Pengolahan Air Limbah

IPAL Industri, IPAL Rumah Sakit, IPAL Hotel, Pengolahan Air Limbah, Pengolahan Limbah Industri, Pengolahan Limbah Cair

Pengolahan Limbah Secara Biologis

| 0 comments

Peranan mikroorganisme

  1. Bakteri
  • Bakteri paling penting
  • Bakteri kemoheterotropik : BOD sebagai sumber energi
  • Bakteri kemoautotropik : bahan anorganik sebagai sumber energi
  • setiap jenis bakteri punya substrat yang spesifik (jenis bakteri yang berbeda menguraikan substrat yang berbeda pula)
  • rumus umum bakteri C5H7O2N
  • Bakteri punya kemampuan menggumpal

  1. Kapang
  • non fotosintesis, bersel jamak, aerobik
  • banyak terdapat pada air limbah
  • rumus umum C10H17ON
  • kurang diinginkan karena sulit diendapkan
  1. Protozoa
  • motil, bersel tunggal
  • protozoa penting dalam pengolahan air limbah
  1. Alga
  • autotrof, fotosintesis
  • rumus umum C106H180O45N16P
  • mensuplai oksigen untuk pertumbuhan bakteri
  • spesies yang penting : ganggang biru – hijau, dan ganggang hijau

Lumpur aktif sebenarnya merupakan koloni mikroorganisme yang tumbuh membentuk flok menyerupai lumpur. Lumpur aktif mengandung berbagai ragam mikroorganisme heterotrofik termasuk bakteri, protozoa, maupun bentuk kehidupan yang lebih tinggi. Jenis mikororganisme utama yang mendominasi tergantung pada jenis limbah yang akan ditangani dan cara proses operasi.

Unit Lumpur aktif di dalam prakteknya dioperasikan pada fase stasioner dari mikroba dengan aliran udara yang kontinu. Pertumbuhan mikroorganisme akan membentuk gumpalan massa yang dapat membentuk suspensi jika unit diaduk dan akan mengendap jika pengadukan dihentikan.

Proses penanganan limbah secara aerobic dengan menggunakan Lumpur aktif ditandai dengan tingginya kualitas efluen dan dikarakterisasi denagn terbentuknya suspensi mikroorganisme. Dengan adanya aerasi, suspensi ini membentuk campuran homogen dengan cairan limbah. Campuran ini biasa disebut mix liquor. Secara umum mikroorganisme dalam Lumpur akan mengoksidasi bahan organik baik yang terlarut maupun tersuspensi di dalam limbah, membentuk karbondioksida dan air dengan adanya oksigen. Sebagian zat organic ini disintesis menjadi sel baru atau digunakan untuk menunjang pertumbuhan sel yang sudah ada.

Kerja pada proses yang  melibatkan Lumpur aktif didasarkan pada kadar padatan yang disebut MLSS (Mix Liquor Suspeded Solid) dan beban COD (Chemical Oxygen Demand). MLSS menunjukkan jumlah/kuantitas mikroorganisme yang ada dalam proses aerasi. Sedangakan COD menyatakan beban bahan organic yang terkandung di dalam limbah yang harus diolah.

Pertumbuhan Lumpur yang baik sangat dipengaruhi oleh banyak factor, mencakup factor fisika, kimia dan biologi. Pengaruh dari lingkungan terhadap aktivitas mikroorganisme / bakteri ini menjadi pertimbangan penting karena :

  1. Kultur Lumpur aktif harus tetap dijaga pada kondisi aktivitas yang optimum
  2. Faktor lingkungan penting untuk menilai kinerja dari proses Lumpur aktif dalam mengolah limbah organik
  3. Faktor lingkungan penting dalam desinfeksi efluen setelah mengalami proses biologic

Faktor fisika utama yang mempengaruhi proses Lumpur aktif adalah :

  1. temperature
  2. tekanan osmotic
  3. jumlah molekul oksigen

Faktor kimia utama yang mempengaruhi proses Lumpur aktif adalah :

  1. pH
  2. adanya senyawa oksidator atau reduktor
  3. adanya senyawa asam atau basa
  4. adanya senyawa atau logam berat
  5. adanya senyawa-senyawa kimia yang lain

 

http://banyubiruberkahsejati.co.id/

Leave a Reply

Required fields are marked *.